Cara membuat minyak goreng dari kelapa sawit, sebagai komoditi yang tidak pernah sepi peminta. Produksi minyak kelapa sawit di gunakan sebagai bahan baku pembuatan produk turunan seperti minyak goreng, sabun, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itulah menjadi petani sawit merupakan salah satu usaha yang dapat memberikan untung yang banyak. Berikut adalah pembahasan tentang cara membuat minyak goreng dari kelapa sawit.
Cara Membuat Minyak Kelapa Sawit

Seperti yang sudah tertera di atas, kelapa sawit merupakan salah satu komoditi yang tidak pernah sepi. Bahkan setiap harinya petani sawit memasok rumah produksi dengan berton-ton buah. Namun apakah perbedaannya dengan kelapa biasa, berikut penjelasannya.
Perbedaan Kelapa dengan Kelapa Sawit
Baik minyak kelapa maupun kelapa sawit, keduanya sering digunakan untuk kegiatan goreng-menggoreng. Meski demikian, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit memiliki beberapa perbedaan.
Salah satunya jika dilihat dari bahan baku yang di gunakan. Minyak kelapa sawit berasal dari buah kelapa sawit yang sudah diekstrak. Sedangkan minyak kelapa di dapat dari buah kelapa segar yang telah matang.
Selain itu kandungan lemak pada keduanya juga berbeda. Di mana minyak kelapa memiliki lemak jenuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan lemak tidak jenuhnya (91,6% lemak jenuh, 9,4% lemak tak jenuh).
Berbeda dengan minyak kelapa sawit yang memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi yakni 60,3%. Selain itu, kandungan vitamin A dan vitamin E pada minyak kelapa sawit lebih tinggi dibanding minyak kelapa.
Manfaat Minyak Kelapa Sawit
Minyak kelapa sawit termasuk sebagai komoditi utama di Indonesia lantaran memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah sebagai bahan baku untuk berbagai jenis produk industri. Mulai dari kosmetik, sabun, hingga makanan.
Bahkan seiring berjalannya waktu kini juga bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif Biodiesel. Manfaat untuk Kesehatan juga banyak terkandung dalam minyak kelapa sawit, seperti menjaga Kesehatan kulit dan jantung, meningkatkan vitamin dan mengurangi stresoksidatif.
Proses Membuat Minyak Goreng dari Kelapa Sawit
Produksi minyak kelapa sawit terbilang mudah. Bahkan masanya dapat mencapai 30 tahun. Oleh karena itulah minyak kelapa sawit dapat berkembang pesat di Indonesia. Berikut adalah proses pembuatan minyak goreng kelapa sawit.
1.Pengumpulan buah kelapa sawit/TBS
Bahan baku utama adalah buah kelapa sawit biasa disebut sebagai Tandan Buah Segar (TBS). TBS yang sudah matang mempengaruhi hasil minyak yang berkualitas, jadi pilih dengan teliti. TBS yang telah matang memiliki warna merah cerah.
2.Proses sterilisasi
Selanjutnya TBS yang sudah terkumpul akan diangkut ke pabrik. Nantinya, TBS dimasukkan ke dalam ruangan khusus untuk menjalani proses sterilisasi. Proses ini dilakukan dengan penguapan yang menggunakan suhu tinggi.
Yang memiliki tujuan yakni untuk membunuh parasit atau enzim tertentu yang membuat TBS mudah busuk. Selain itu, proses ini juga memiliki tujuan untuk melepaskan bagian tandan dan memudahkan proses peremasan buah agar bisa diambil minyaknya.
Tandan sisa buah bisa di gunakan sebagai produksi lain, seperti pembuatan kursi bantalan kursi mobil dan Kasur. Jadi jangan di buang.
3.Proses pemerasan daging buah
Kelapa sawit yang sudah terlepas dari tandan dapat diolah menjadi dua produk, yaitu minyak sawitmentah/Crude Palm Oil (CPO) dan minyak inti sawit/Palm Kerner Oil(PKO). Untuk pembuatan minyak goreng kitab isa mengolahnya menjadi CPO.
CPO dihasilkan daging buah kelapa sawit yang sudah melalui proses pemerasan menggunakan alat pengompres khusus. Dan sebelum diperas, harus memisahkan biji dengan daging buah menggunakan tekanan uap.
Jika biji dan buah sudah terrpisah, selanjutnya di masukkan ke dalam mesin kompres untuk mengeluarkan minyaknya. Hasil yang di per oleh ialah minyak kasar yang masih tercampur dengan ampas dan daging buah.
Minyak hasil pengompresan disimpan dalam sebuah container untuk melalui proses lainnya yakni penyaringan yang berfungsi untuk memisahkan sisa kotoran terdapat dalam minyak sawit.
Baca juga : Cara Buat Abon Daging
4.Proses penyaringan minyak kasar
Proses ini menggunakan mesin yang bernama crude oil tank. Dan memiliki tujuan untuk memisahkan minyak dari ampas. Ampas tersebut dikumpulkan lagi di dalam mesin depericarper dan Kembali di press untuk mengeluarkan minyak yang masih tersisa.
5.Proses pemisahan minyak dengan air
Setelah melewati beberapa prose tentunya minyak masih bercampur dengan air, jadi pada proses ini akan di pisahkan antara minyak dengan air agar menghasilkan minyak murni. Dalam proses ini di bagi menjadi dua fase.
Yang pertama adalah fase ringan, pada fase ini kandungan minyak, air, serta massa jenis minyak dikumpulkan dalam mesin yang Bernama continuous setting tank. Kemudian, minyak tersebut akan dibawa ke oiltank.
Untuk yang kedua adalah fase berat, di mana minyak, air, dan massa berat akan ditampung dalam alat yang Bernama sludge tank separator. Pada fase ini memiliki tujuan yakni untuk memisahkan kandungan minyak dengan air.
6.Proses pemurnian minyak
Proses terakhir yang akan menghasilkan minyak goreng murni. Pada proses ini, minyak dimasukkan ke dalam mesin vacuum dryer. Yang memiliki fungsi yakni untuk membuang kandungan air di dalam minyak. Setelah melalui proses ini akan mendapatkan minyak murni.
0 Comments