Jenis jenis varietas jagung sangat beragam dan bisa dikelompok kan menurut bentuk biji maupun kelompok pemanfaatannya. Dalam pemanfaatannya, jagung bisa dijadikan untuk bahan pokok konsumsi dan dijadikan sebagai bahan utama pakan ternak.

Di Indonesia sendiri ada 7 jenis varietas jagung yang biasa ditanam oleh para petani. Berikut penjelasan mengenai jenis jenis varietas jagung.

Jenis Jenis Varietas Jagung

jenis jenis varietas jagung

1. Jagung Manis

Jenis jagung manis merupakan varietas yang paling umum ditanam di Indonesia. Karena pemanfaatannya juga sangat banyak dalam sektor produk konsumsi. Umumnya jagung manis diolah menjadi olahan sederhana seperti bakwan, campuran sop, maupun dibakar.

Dalam pemanenannya, jagung manis dipanen pada usia muda, berbeda dengan jenis lain yang dipanen di usia matang. Ini karena di usia muda jagung mengandung kadar gula yang lebih tinggi dibanding kandungan pati bijinya. Tekstur bijinya pun empuk dan lebih berair.

2. Jagung Berondong

Ciri fisik dari jagung berondong adalah kulit luar yang keras dengan ukuran biji yang kecil. Dengan kelembapan berkisar 14-20%.

Jagung berondong akan meletus ketika dikenai panas karena mengembangnya uap air dalam biji. Ledakan biji jagung ini bisa mengembang 30 kali dari ukuran semula. Dan hasil jagung yang meledak itulah yang disebut popcorn.

Walau sudah umum dimanfaatkan menjadi konsumsi manusia, namun dalam tingkat penanamannya masih rendah.

3. Jagung tepung (floury corn)

Jenis jagung ini merupakan jenis jagung tertua dengan biji lembut dan mengandung pati lunak. Dengan mana tepung jagung maka jagung ini tentu mudah untuk digiling dan difungsikan sebagai bahan untuk membuat makanan.

Biasanya jenis jagung ini mudah ditemui di dataran tinggi Amerika selatan karena memiliki iklim yang lebih cocok dan berumur panjang.

4. Jagung gigi kuda (dent corn)

Diberi nama jagung kuda karena bentuk bijinya memiliki ceruk yang bentuknya hampir mirip dengan gigi kuda dan berada di tengah-tengah biji, ceruk ini terlihat jelas ketika jagung dalam keadaan kering.

Memiliki rasa yang hambar dan tingkat tepung yang tinggi membuat jenis jagung ini lebih sering dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak, untuk sirop jagung atau bahan bakar ethanol.

Untuk mengubah jagung menjadi bahan bakar ethanol, diperlukan proses fermentasi dan ditilasi. Dengan adanya inovasi bahan bakar dari jagung, akan menjadi inovasi yang terbarukan dan ramah lingkungan.

5. Jagung mutiara (flint corn)

Jagung mutiara memiliki fisik yang unik, yaitu warna yang beragam, ada warna kuning, merah, dan putih. Bentuk bijinya pun licin dan bulat dengan ukuran lebih kecil.

Ketika melalui proses pengeringan, jagung akan mengerut, sehingga bijinya sulit untuk dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan.

Biasanya jagung ini lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak serta bahan baku pembuatan tepung atau bubur jagung. Namun jenis jagung mutiara lebih tahan hama gudang dibanding jenis jagung lain.

6. Jagung pod (pod corn)

Bentuk fisik jagung pod sangat mudah untuk dikenali karena sangat berbeda dengan jenis jagung lainnya. Ini karena seluruh bijinya terbungkus oleh klobot.

Oleh karena itu jagung pod hanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk hiasan, didukung dengan warna jagung yang bervariasi.

7. Jagung ketan (waxy corn)

Selayaknya namanya, jagung ketan memiliki tekstur kenyal dan legit ketika diolah menjadi makanan. Ini karena adanya kandungan amylopectine membuat jagung ketan menjadi lebih lengket dibanding tekstur jagung lainnya.

Jagung ketan memiliki biji yang kecil dan mengilat. Biasanya dimanfaatkan hanya untuk sektor makanan dengan diolah menjadi campuran nasi atau lepet.

 

 

Categories: Uncategorized

Diftia Novelta Ayu Zildzian

Saya merupakan seorang penulis di dapurmasakcatering.com yang memiliki ketertarikan besar terhadap perkembangan teknologi, terutama teknologi IT. Selain itu, saya juga senang dalam proses pembelajaran dan berbagi berbagai informasi tentang bisnis serta tips terkini dengan pembaca.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version