Teknik budidaya tanaman jagung terbagi atas beberapa tahapan. Dalam tahapan ini perlu pemerhatian khusus agar tanaman jagung bisa tumbuh dengan baik dan berproduksi dengan maksimal.

Upaya dalam teknik budaya juga banyak, namun yang pertama harus diperhatikan adalah bagaimana tahapan perawatan tanaman jagung bisa berjalan dengan baik. Karena tahapan per tahapan inilah yang menentukan berhasil atau tidaknya menanam jagung.

Karena perlu disadari bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi kegagalan dalam panen, dari benih yang tidak bisa tumbuh dan berkembang, kebutuhan air yang tidak sesuai hingga serangan hama dan penyakit.

Maka dari itu sebelum membahas mengenai teknik budidaya, mari kita simak tahapan perawatan tanaman jagung agar sukses panen.

Teknik Budidaya Tanaman Jagung

teknik budidaya tanaman jagung

1. Penjarangan

Penjarangan merupakan proses pengambilan tanaman yang tidak dikehendaki. Juga bisa dilakukan pada tanaman yang jumlahnya berlebih dan ditidak sesuai dalam satu lubang tanam.

Dilakukan penjarangan ini dengan cara mematahkan tanaman yang tidak dikehendaki. Namun hindari penjarangan dengan cara pencabutan karena akan merusak akar tanaman lainnya.

2. Penyulaman

Penyulaman merupakan suatu tahapan penanaman benih kembali yang bertujuan untuk mengganti benih yang rusak atau tidak bisa berkembang dengan baik. Dan agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh seragam dalam satu lahan.

Dikhawatirkan jika tidak dilakukan penyulaman dan memaksakan untuk benih cacat tumbuh, tanaman tidak akan berproduksi optimal. Proses penyulaman harus dilakukan secepatnya agar perbedaan antar tanaman tidak terlalu terlihat.

3. Penyiangan

Penyiangan merupakan proses menghilangkan gulma si tanaman yang menjadi kompetitor unsur hari bagi tanaman jagung. Biasa dilakukan ketika tanaman berumur empat minggu setelah masa tanam.

Sebaiknya penyiangan dan pembumbunan dilakukan dua minggu sekali.

4. Pembumbunan

Pembumbunan merupakan proses penutupan akr tanaman yang timbul diatas permukaan tanah dengan cara menguruk/menimbun dengan media tanah di sela kanan dan kirinya. Ini bertujuan untuk memperkokoh tanaman.

Sebaiknya pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan agar lebih efisien dan tidak membuang waktu serta tenaga kerja. Pembumbunan pertama dilakukan bersamaan dengan penyiangan kedua.

5. Pemupukan

Unsur hara pada tanah harus senantiasa diperhatikan kadarnya. Dengan melakukan pemupukan secara rutin dan berkala merupakan salah satu upaya yang baik dalam menjaga dan memelihara unsur hara yang ada pada tanah.

Dosis yang bisa diberikan untuk pemupukan adalah 200 hingga 300 kg urea per hektar, 100-200 kg SP-36 per hektar, 200-300 kg NPK per hektar.

Pemupukan pertama diberikan pada tanah ketika tanaman belum ditanam. Pemberian pupuk bisa dilakukan dengan menyebarkannya pada alur yang telah dibuat dengan jarak sekitar 10 cm dari barisan tanam dengan kedalaman yang sama yaitu 10 cm.

Untuk pemupukan susulan diberikan kepada tanaman yang berumur empat minggu.

6. Pengairan

Pengairan pada tumbuhan jagung tidak perlu berlebihan. Jika lahan jagung sudah dibasahi oleh hujan selama jangka waktu 3 hari berturut-turut maka proses pengairan ini tidak perlu dilakukan.

Jagung bukan jenis tanaman yang mudah haus dan boros air. Sesekali beri air terlebih ketika musim kemarau. Namun jika menanam  jagung pada lahan yang basah atau musim hujan pastikan sistem pengairannya baik karena jagung tidak suka lahan penuh genangan air.

7. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Salah satu faktor yang menjadi biang dari kegagalan panen adalah serangan hama dan penyakit. Hama merupakan organisme yang dianggap merugikan dalam kegiatan manusia.

Hama yang sering menyerang jagung adalah penggerek batang jagung, ulat, belalang, dan kumbang bubuk.

Jangan lupakan bahwa penyakit juga bisa menjadi faktor penggagal panen jagung. Penyakit yang sering menjangkiti jagung adalah bulai, daun berkarat dan busuk pelepah.

Namun segala hama dan penyakit ini bisa diatasi dengan cara penyemprotan senyawa insektisida untuk mengusir hama yang ada.

Sementara untuk mencegah terjadinya penyakit pada jagung adalah penyemprotan senyawa fungisida dan pengasapan atau perawatan di suhu panas selama 15 menit dengan suhu 55 derajat celsius.

Categories: Uncategorized

Diftia Novelta Ayu Zildzian

Saya merupakan seorang penulis di dapurmasakcatering.com yang memiliki ketertarikan besar terhadap perkembangan teknologi, terutama teknologi IT. Selain itu, saya juga senang dalam proses pembelajaran dan berbagi berbagai informasi tentang bisnis serta tips terkini dengan pembaca.

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *