Cara tanam bawang merah perlu di pelajari,agar bisa panen bawang merah yang bagus dan bisa mendapatkan harga jual yang tinggi.Oleh karena itu sebaiknya pelajari teknik dan cara menanam bawang merah yang baik dan benar.

Berikut Cara Tanam Bawang yang Benar

1. Pemilihan Lahan Tanam Bawang Merah

Pemilihan lahan yang tepat sangat penting untuk keberhasilan budidaya bawang merah. Idealnya, lahan yang digunakan memiliki sifat sebagai berikut:

1.Drainase baik.

Lahan harus memiliki sistem drainase yang baik untuk menghindari genangan air, karena kelembaban berlebih dapat menyebabkan penyakit dan kerusakan pada umbi.

2.Tanah subur.

Tanah yang subur dan kaya akan nutrisi akan meningkatkan pertumbuhan bawang merah dengan baik.

3.pH tanah.

pH tanah yang ideal untuk bawang merah berada dalam kisaran 5.5 hingga 7.0.

4.Ketersediaan sinar matahari.

Bawang merah membutuhkan cahaya matahari yang cukup, sehingga pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari optimal.

2. Persiapan Lahan

Langkah selanjutnya adalah persiapan lahan sebelum penanaman bawang merah. Langkah-langkah yang harus diambil meliputi:

1.Pembersihan lahan.

Bersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya.

2.Pengolahan tanah.

Lakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkul atau menggunakan alat pengolah tanah lainnya untuk memperbaiki struktur tanah dan menggemburkannya.

3.Pemberian pupuk organik.

Berikan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.

3. Pemilihan Varietas

Pemilihan varietas bawang merah yang tepat juga berpengaruh pada hasil panen. Beberapa varietas yang umumnya digunakan dalam budidaya bawang merah antara lain:

1.Bima Brebes.

Varietas unggul asal Brebes yang memiliki umbi bulat dengan kulit berwarna keunguan.

2.Sumenep

Varietas bawang merah dari Madura yang tahan penyakit dan cocok ditanam di daerah tropis.

3.Tegal

Varietas yang berasal dari Tegal dan memiliki umbi yang besar dengan warna keunguan.

4. Perbanyakan Bibit

Ada dua cara perbanyakan bibit bawang merah, yaitu dengan biji dan dengan umbi potong.

1.Perbanyakan dengan biji

Biji bawang merah ditanam dalam bedengan atau persemaian terlebih dahulu sebelum kemudian dipindahkan ke lahan budidaya.

2.Perbanyakan dengan umbi potong

Umbi yang telah tumbuh akan dipotong dan kemudian ditanam kembali sebagai bibit.

5. Penanaman

Penanaman bawang merah dapat dilakukan secara langsung di lahan atau melalui sistem transplantasi jika menggunakan bibit dari persemaian.

1.Penanaman langsung

Buat bedengan dengan jarak antar baris sekitar 20-30 cm. Kemudian, tanam bibit bawang merah dengan jarak antar tanaman sekitar 10 cm dalam baris.

2.Transplantasi bibit

Bibit yang telah mencapai ukuran yang cukup ditanam pada bedengan utama dengan jarak tanam yang sama seperti pada penanaman langsung.

6. Pemupukan

Pemupukan yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen bawang merah. Pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

1.Pemupukan dasar.

Lakukan pemupukan dasar sebelum penanaman dengan pupuk NPK sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

2.Pemupukan lanjutan.

Lakukan pemupukan lanjutan setiap 2-3 minggu sekali dengan pupuk organik untuk memberikan asupan nutrisi yang berkelanjutan.

7. Cara pengairan Tanam Bawang Merah

Kebutuhan air bagi bawang merah perlu diperhatikan dengan baik, terutama pada musim kemarau.

1.Pengairan cukup.

Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, tetapi hindari genangan air yang berlebihan yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

2.Penyiraman teratur.

Lakukan penyiraman secara teratur, terutama jika tidak ada cukup curah hujan.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit penting dilakukan untuk mencegah kerugian pada tanaman bawang merah.

1.Hama.

Beberapa hama yang biasa menyerang bawang merah antara lain thrips, kutu daun, dan ulat. Gunakan insektisida alami atau pestisida yang aman untuk mengendalikan hama ini.

2.Penyakit

Penyakit yang umum menyerang bawang merah meliputi hawar daun, layu fusarium, dan busuk umbi. Lakukan tindakan preventif dengan memastikan tanaman mendapatkan cukup sinar matahari dan menghindari genangan air yang berlebih.

    Categories: Uncategorized

    0 Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Exit mobile version