Janggel jagung untuk pakan ternak. Selama ini janggel jagung hanya dianggap limbah yang tidak memiliki nilai jual dan dibuang begitu saja. Ini juga terjadi pada limbah perkebunan lainnya seperti jerami.

Padahal limbah jagung dan limbah perkebunan lainnya bisa dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak baik ternak ruminansia maupun hewan ternak unggas dengan melewati proses yang tepat.

Dengan pemanfaatan limbah jagung juga menjadi suatu upaya mengatasi permasalahan kelangkaan makanan hijauan ketika musim kemarau.

Pemanfaatan limbah ini dilakukan dengan proses fermentasi dan penggilingan. Untuk ternak ruminansia, pakan yang diberikan bisa berupa pakan limbah hijauan secara langsung atau mengalami proses fermentasi, sedangkan untuk ternak unggas melewati proses penggilingan.

Pemanfaatan Janggel Jagung untuk Pakan Ternak Ruminansia

1. Fermentasi

merupakan suatu proses dalam upaya perombakan bahan pakan dari struktur fisik keras, struktur kompleks menjadi sederhana sehingga daya cerna ternak menjadi lebih efisien.

Tujuan utama proses fermentasi untuk bahan pakan adalah untuk menjaga kandungan nutrisi pada bahan pakan bisa disimpan dan bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Fermentasi dapat berjalan berkat pemanfaatan peran mikroorganisme dalam pemecahan senyawa organik menjadi senyawa sederhana.

Cara Membuat Fermentasi Tongkol Jagung

  1. Siapkan bahan-bahan seperti tongkol jagung, gula, air bersih, buah nanas, ampas tahu, bekatul dan garam.
  2. Buat Cairan pelarut dengan bahan campuran gula, parutan nanas dan air bersih 10 liter. Campur secara merata semua bahan.
  3. Setelah semua bahan siap, masukkan tongkol jagung, bekatul dan ampas tahu pada suatu wadah besar.
  4. Kemudian masukkan larutan yang sudah dibuat sebelumnya. Campur hingga merata dan diamkan selama 15 menit.
  5. Setelah 15 menit, campur sisa larutan proses fermentasi pada 10 liter air bersih dan siramkan pada bahan fermentasi.
  6. Tabur garam di atasnya dan aduk lagi hingga merata, supaya mikroorganisme dapat berkembang dengan baik.
  7. Tutup wadah(ember/drum) dengan plastik, pastikan tertutup rapat agar tidak ada udara yang keluar masuk.
  8. Fermentasi berlangsung selama 24 jam.
  9. Setelah 24 jam tutup ember dapat dibuka dan pakan siap untuk diambil.
  10. Ambil pakan secukupnya dan sesuaikan dengan kebutuhan hewan ternak.
  11. Jangan lupa setelah mengambil pakan tutup rapat wadah agar pakan bisa bertahan lama.

2. Silase

Silase jenggel jagung

Silase merupakan pakan hijauan yang mengalami proses pengawetan dengan cara disimpan di dalam kantong plastik kedap udara atau drum dan terjadi proses fermentasi dalam keadaan kedap udara.

Dalam proses ini melibatkan peran bakteri dan mikroba yang membentuk asam susu yang hidup dengan derajat keasaman. Oleh karena itu tutup wadah silase haru tertutup rapat, agar proses silase berjalan dengan baik dan pakan hijauan tidak membusuk.

Cara Membuat Silase Tongkol

  1. Siapkan bahan-bahan seperti tetes tebu, dedak hulus, menir, onggok, silo sebagai wadah dan plastik sebagai tutup.
  2. Potong tongkol menjadi lebih kecil dengan ukuran 5 cm. Ini bertujuan agar tongkol jagung yang dimasuk kan ke silo dapat padat dan rapat terisi sehingga tidak ada ruangan untuk oksigen dan air masuk.
  3. Setelah dipotong kecil-kecil masukkan tongkol jagung dan bahan-bahan yang sudah disiapkan ke dalam silo dan padatkan hingga tidak tersisa rongga udara.
  4. Bahan-bahan silase dimasukkan hingga melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo.
  5. Setelah sudah masuk semua, berikan lembaran plastik dan tutup rapat. Jangan lupa untuk memberi pemberat seperti batu.
  6. Diamkan hingga enam hingga delapan minggu.
  7. Silase yang baik memiliki ciri tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal
  8. Setelah didiamkan selama 6-8 minggu proses ensilasi telah selesai dan dapat dibongkar.
  9. Silase yang telah dibongkar sebaiknya dianginkan terlebih dahulu.
  10. Ambil silase secukupnya.
  11. Jangan terlalu sering membuka silo, setelah membuka segera tutup rapat agar tidak mudah membusuk.

Pemanfaatan Janggel Jagung untuk Pakan Ternak Unggas

1. Tepung Janggel Jagung

Seperti yang kita ketahui bahwa jenggel jagung memiliki fisik yang keras, sedangkan ayam sebagai ternak unggas tidak memiliki gigi untuk mencacah jagung menjadi lebih kecil, pencernaan ayam pun merupakan jenis pencernaan tunggal.

Untuk itu pengolahan yang paling tepat yang bisa dilakukan untuk mengolah tongkol menjadi bahan pakan ayam adalah dengan dibuat menjadi tepung tongkol jagung.

Proses pertama yang dilakukan adalah proses penjemuran. Tongkol jagung dijemur langsung di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering.

Setelah dirasa sudah kering, kemudian tongkol diangkat dan dimasukkan ke dalam mesin penggilingan. Tongkol jagung digiling hingga mencapai tekstur seperti tepung pada umumnya. Tepung tongkol jagung ini biasa disebut dengan nama concobu.

Tongkol jagung yang telah berubah menjadi concobu ini kemudian dicampur dengan bahan lain seperti sekam, dedak, dan jerami. Jangan lupa untuk menambahkan bahan konsentrat penyeimbang gizi nutrisi hewan ternak.

Untuk bahan konsentrat bisa didapatkan pada toko penyedia pakan ternak biasa.

 

Categories: Uncategorized

Diftia Novelta Ayu Zildzian

Saya merupakan seorang penulis di dapurmasakcatering.com yang memiliki ketertarikan besar terhadap perkembangan teknologi, terutama teknologi IT. Selain itu, saya juga senang dalam proses pembelajaran dan berbagi berbagai informasi tentang bisnis serta tips terkini dengan pembaca.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version